BI Sulbar Dorong Percepatan Implementasi Penerapan QRIS di Majene


Petugas BI Perwakilan Sulbar, mengadakan pertemuan dengan Kepala Bank Sulselbar Cabang Majene, Kadis Koperasi dan Perdagangan serta Kepala Badan Pendapatan Daerah

SULBAR99.COM-MAJENE, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Barat mendorong percepatan implementasi penerapan quick response Indonesian Standard (QRIS) di Kabupaten Majene.

Hal ini disampaikan petugas dari BI perwakilan Sulawesi Barat, Setyadodi Hermawan saat menggelar pertemuan dengan kepala Bank Sulselbar Cabang Majene, Akhmad Ridha, Kadis Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan Majene, Busri Kamedi bersama Kepala Badan Pendapatan daerah Majene, Hasdinar Arief Saleh, Rabu, (19/02/2020).

Menurut Setyadodi, pihak BI perwakilan Sulawesi Barat ingin mendorong implementasi transaksi non tunai di Kabupaten Majene, khususnya di pasar tradisional, pariwisata dan pembayaran retribusi maupun pajak.

“Jadi nanti ada tiga transaksi yaitu retribusi parkir, dan retribusi pasar, namun secara tekhnis kita serahkan ke BPD, untuk hari ini kita pertemuan awal. Hasil pertemuan ini nanti kita akan laporkan pada pimpinan kami dan pak Bupati, tekhnisnya BPD yang akan melaksanakan, kalau dari BI terkait dengan regulasi,” kata Setyadodi.

Baca juga  Rencana Merger SMPN 3 dan SMPN 2, Sejumlah Siswa Resah, Menangis dan Minta Pindah.

Kepala Badan Pendapatan Daerah, Hasdinar Arief Saleh usai mengikuti pertemuan mengatakan, penerapan QRIS ini merupakan program baru yang akan diperkenalkan kepada masyarakat, terutama kepada para pedagang.

“Untuk langkah awal ini sasarannya dulu pasar Sentral, nanti kita mau lihat bagaimana cara pembayarannya pada saat kita melakukan pembayaran terkait dengan sewa kios. Kalau sewa kios itu kan sekali dalam satu bulan, jadi lewat QR Code itu mereka dapat membayar langsung, tidak perlu lagi melalui kolektor yang datang menagih. Jadi istilahnya pembayaran non tunai, ini juga gunanya untuk menghindari adanya kecurangan,” ungkap Hasdinar.

Baca juga  Tutup Pelaksanaan MTQ Barru, Bupati-Wabup dan Plh Sekda Tunjukkan Kekompakan

Sementara itu kepala Bank Sulselbar Cabang Majene, Akhmad Ridha menjelaskan, program ini adalah program dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan dan Kementerian Perdagangan.

“Intinya dengan program ini, tidak ada lagi sistem pembayaran tunai, semua non tunai, misalnya kita membeli telur di pasar dengan harga Rp 40 ribu, jadi tidak perlu lagi membayar tunai, kita hanya menggunakan handphone, ada istilahnya QR Code, itu nanti kita scan. Jadi nanti penjual punya QR Code yang diberikan oleh Bank Sulselbar. Jadi QRIS merupakan standar Quick Response (QR) Code untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik,” jelas Akhmad Ridha.

Baca juga  Wabup Majene : Butuh Bawang Merah, Tak Perlu Keluar Daerah

Dia juga menjelaskan, jika program ini sudah berjalan, nanti pungutan pajak maupun retribusi pasar, pembayarannya akan melalui QR Code yang sudah di scan oleh pemilik kios dan akan lansung masuk ke Kas Bapenda.

“Jadi program ini untuk optimalisasi terjadinya kebocoran-kebocoran dana pemda di sektor pendapatan daerah, untuk langkah awal sebagai percontohan, kita akan terapkan di tempat wisata pantai Dato, tempat parkir, dan tempat pembayaran kios,” pungkasnya. (Ali)


DAERAH