Terbaik terbaik

Dibaca : 37 kali.

Bedah Buku The First Muslim karya Lesley Hazleton


Laporan : Mursidin Amiruddin

Washington State. Sulbar99.com. Secuil dari Bedah Buku “The First Muslim” di Kampus Whatcom Community College, Bedah Buku THE FIRST MUSLIM, karya LESLEY HAZLETON, buku Sejarah/biography Muhammad SAW. Buku yang ditulis oleh non muslim (yahudi), setelah 5 tahun research, sumber sejarah dari At Thabari dan penulis sejarah muslim lainnya.

Keberadaan penulis sebagai non muslim membuat saya penasaran menghadiri bedah buku dan membaca buku ini.. Membaca beberapa lembaran awal, buku ini memang sesuai sejarah yang ada, namun pendapat sang penulis yang melihat dari sisi lain membuat buku ini mengaburkan pandangan umat Islam terhadap Nabi Muhammad SAW. Contohnya pada penggambaran Rasulullah SAW yang jika menoleh ke belakang, maka Beliau akan membalikkan(memutar seluruh badan, bukan hanya menggelengkan kepala) Menurut Muslim dan budaya Arab, Beliau membalikkan seluruh badan untuk menghormati orang yang memanggil. Namun bagi penulis buku ini, menggambarkan bahwa Nabi Muhammad SAW mempunyai leher yang kaku (seperti orang yang sakit leher).

Baca juga  BKN Umumkan Jadwal Seleksi Sekolah Kedinasan 2019

Buku ini sedikit memberi gambaran kepada saya tentang bagaimana pola fikir dan pendapat non muslim yang berpendidikan tentang Nabi Muhammad SAW. Buku ini seperti seseorang yang menggambarkan sebuah rumah tampak luar dan isi sebuah rumah, namun sayang dia bukan pemilik rumah, jadilah seperti meminta nasehat tentang kesehatan tubuh kepada mekanik. Kemudian saya tiba pada kesimpulan bahwa bagaimanapun seseorang membaca, memahami keagungan pribadi Muhammad saw, memahami isi Quran, bila sang pemilik hati tidak memberi hidayah, maka jadilah seorang yang sombong, menyangkal kebenaran karena fanatisme dan arogansi. Tetapi paling tidak penulis non muslim ini membuat banyak non muslim lainnya tertarik membaca buku ini yang di dalamnya memuat hadits dan Ayat Al Quran, mudah2an Allah SWT memberi hidayah kepada mereka.

Baca juga  Memprihatinkan, Kondisi SDN 031 Banu-banua Butuh Perhatian Khusus


Beberapa tahun lalu sebelum ke Amerika untuk kuliah, beberapa kolega di Indonesia, bahkan istri saya sempat bertanya apa hukumnya belajar ke negeri orang “kafir”?, saya cuma jelaskan yang saya pelajari di sekolah Amerika bukan Islam, saya belajar Manajemen Bisnis Pariwisata dan Pelayanan. Kemudian di sini saya melihat bagaimana orang2 non muslim pergi ke timur tengah untuk mempelajari sejarah Islam. Namun anehnya, beberapa anak bangsa (Indonesia) pergi ke Amerika dan Negara Eropa untuk mempelajari “Study on Islam”, jadilah mereka kembali ke Indonesia dengan ide-ide gila pembaharuan Islam, yang nyata dalam ayat terakhir Quran mengatakan bahwa sesungguhnya agama Islam telah sempurna.

Namun kenapa mereka mau menambah, mengurangi bahkan mengubah? apakah kita sudah merasa lebih pintar daripada Allah SWT? padahal yang membuat Islam berbeda dengan agama lainnya adalah keorisinilannya, keaslian agama, kitab dan aturan2nya, karena Allah juga memang menjamin terpeliharanya al Quranul karim. Seorang teman bercerita tentang diskusi di mesjid Seattle, saat membahas suatu ayat, seorang.

Baca juga  Majene Didaulat sebagai Sekolah Penggerak di Sulbar

Muslim dari Indonesia mengatakan “Menurut Pendapat saya..” tiba-tiba dia distop oleh jamaah asal Malaysia yg telah menjadi penduduk Amerika, dia mengatakan “brother, kenapa anda mau mencampur adukkan pendapat anda denga Quran? katakanlah menurut PEMAHAMAN SAYA, karena agama kita telah sempurna dan tidak perlu masukan dari anda”.. alangkah tegasnya saudara2 kita, muslim di Amerika mengenai kemurnian agama yang tidak dicampuradukkan dengan pendapat baru, maupun budaya…. wallahu alam.. semoga ada sedikit pemikiran yang bisa jadi renungan bersama (*)