Terbaik terbaik

Bawang Merah di Pu’awang Ternak Kambing di Galung dan Pandai Besi di Pamboborang


SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Rapat Koordinasi Tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Tahun 2020 Kabupaten Majene di ruang Rapat Wakil Bupati Majene, Selasa, (21/4/2020), berhasil menetapkan Kecamatan Banggae dan Bangge Timur  sebagai lokus Kampung Reforma Agraria tahun 2020.

Dua kecamatan tersebut dianggap memenuhi kriteria, untuk penerapan Kampung Reforma Agraria 2020.  Sektor yang akan di intervensi diantaranya Sentra Bawang merah di Lingkungan Pu’awang  (Kec Banggae Timur) dan Pengembangan Ternak Kambing di Kelurahan Galung serta Pengrajin pandai besi di Desa Pamboborang (Kec Banggae).

Program Kampung Reforma Agraria merupakan Program Nasisonal yaitu upaya redistribusi tanah yang dipadukan dengan penataan (melalui konsolidasi tanah) yang disertai dengan pemberian akses berupa pembangunan jalan dan rumah oleh pemerintah daerah. Semua kegiatan tersebut terintegrasi program lintas sektor, yang melibatkan unsur Kementerian/Lembaga lain serta Pemerintah Daerah setempat.

Baca juga  Hari Ini, BKAD dan Inspektorat Majene Jumpa Pers Terkait Temuan BPK RI

Menurut Konsultan Kampung Reforma Agraria Adnan, untuk lokasi tersebut akan di intervensi  sesuai potensi yang dimiliki. Sebelumnya ia juga memaparkan 14 potensi yang tersebar di delapan Kecamatan di Majene yang bisa dikembangkan, mulai dari sektor Pertanian, Peternakan, UKM dan lainnya. “Sesuai hasil rapat tersebut, maka untuk potensi pertanian peternakan dan UKM akan diintervensi, seperti pembuatan jalan tani, pengendalian hama serta peningkatan SDM hasil panen dan promosi pasar,” ujar Adnan.

Baca juga  TNI-Polri, Bersama Pemda Majene Siapkan Nasi Kotak Buat Warga

Sementara itu, Kepala BPN Majene Andi Mappangile mengatakan, setelah penentuan Lokus tersebut, selanjutnya akan diagendakan survei ke lapangan bersama tim Gugus Tugas Reforma Agraria kab Majene. “Kita akan survei di lapangan, setelah rapat pada bulan depan, bersama tim akan meninjau langsung lokasi yang kita tunjuk sebagai kampung reforma agraria,” jelas Andi Mappangile.

Bupati Majene Fahmi Massiara yang membuka rapat koordinasi tersebut menyebutkan, untuk memaksimalkan program kampung reforma agraria, langkah taktis yang harus dilakukan, dengan menyingkronkan program kerja di Organisasi Perangkat daerah (OPD) terkait khususnya  pemberdayaan masyarakat. Termasuk dengan mengembangkan  komoditas yang sesuai dengan lahan serta  analisa jumlah dan luas lahan di kampung reforma agraria tersebut.

Baca juga  Hari Ini, ODP Covid-19 di Majene Capai 158 Orang

Ia berharap dari hasil rapat koordinasi tersebut, akan menghasilkan saran dan pandangan terkait langkah langkah kedepannya. “ Agar tim gugus tugas reforma agraria Majene ini saling bahu membahu bekerja sesuai hasil yang didtetapkan hari ini, “ ucap Fahmi Massiara.

Sementara itu Tim Gugus Tugas Reforma Agraria yang turut hadir dalam perumusan lokasi tersebut diantaranya kepala Bapeda Majene, Kadis PTSP, Kadistanakbun, Kadis Perindustrian, Perdagangan dan UKM, Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta pejabat dari BPN Majene. (ih/rls)