Bapemperda DPRD Sulbar Temukan 10 Nomenklatur Baru Terkait Perda di Gorontalo


Ketua Bapemperda DPRD Sulawesi Barat, H. Syahrir Hamdani

SULBAR99NEWS.COM-GORONTALO, Ketua Bapemperda DPRD Sulawesi Barat, H. Syahrir Hamdani menemukan 10 nomenklatur baru terkait peraturan daerah, saat melakukan kunjungan kerja di provinsi Gorontalo, Jumat, (4/12/2020).

Syahrir Hamdani yang dihubungi mengatakan, perda untuk 2021 telah disahkan melalui sidang paripurna. “Ada tujuh ranperda yang akan dibahas, salah satunya perda pengolahan hutan dan perda penanggulangan bencana alam,” ungkapnya.

Ketika disinggung mengapa Bapemperda DPRD Sulbar memilih provinsi Gorontalo sebagai daerah kunjungan kerja, anggota komisi I DPRD Sulbar itu menjelaskan, dari sisi umur, provinsi ini tidak jauh beda dengan Sulbar. “Bedanya cuma 4 tahun, mereka lebih kakak. Secara kultur, gorontalo dengan sulbar memiliki kemiripan, dominan islamnya,” ungkapnya.

Baca juga  DPRD Apresiasi Langkah Pemkab Majene Sikapi Ancaman Virus Corona

Dari dua posisi itu, pihaknya memilih untuk melakukan kunjungan kerja ke Gorontalo. “Kita tidak langsung mengadopsi (Perdanya), tapi membandingkan, paling tidak kita memiliki referensi dalam mengelola Ranperda. Kita mau temukan persamaan-persamaan yang bersifat produktif dalam mendorong peningkatan PAD kita,” lanjutnya.

Selain itu, Bapemperda juga mempelajari, potensi apa yang dimiliki Gorontalo yang patut untuk menjadi referensi Sulbar. “Tapi tidak mutlak diadopsi mentah-mentah, karena masih ada provinsi lain yang menjadi rujukan provinsi kita. Jadi pembanding, mudahan bisa mendekati harapan kita,” tandasnya.

Baca juga  DPRD Sulbar Gelar Paripurna Hasil Program Kegiatan Pembangunan

Bukan cuma itu, APBD Gorontalo
hampir sama dengan APBD Sulbar yakni berkisar Rp 2,2 Triliun. “Itulah kita berkunjung kesini. Menarik karena justru produk hukumnya, ada yang sudah lebih dulu mereka selesaikan,” ungkapnya.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Ketua Bapemperda Syahrir Hamdani mengaku telah menemukan nomenklatur baru yang kira kira ada kemiripan di Sulbar. “Studi banding ini kita lakukan dalam rangka pembahasan, bukan penyusunan ranperda. Andai studi banding kita lakukan jauh sebelumnya, maka kita akan mendapatkan hal menarik untuk dikaji di Sulbar. Ini perjalanan masih panjang. Mungkin tahun depan bisa ranperda baru,” ujarnya.

Baca juga  Gunakan Dana Pribadi, Napirman dan Politisi PKB Lainnya Santuni Anak Yatim

Bukan cuma itu, sepuluh nomenklatur baru yang tidak ada di Sulbar telah didapatkan di provinsi Penghasil jagung Gorontalo tersebut. (Satriawan)


PARLEMEN