Bahaya Sekulerisme Bagi Generasi


Oleh Fitriani Idris

Penulis adalah seorang mahasiswi


Dalam kitab Nizham Al-Islam oleh Syekh Taqiyuddin an-Nabhani mengungkapkan bahwa sekularisme adalah sebuah faham yang memisahkan agama dari kehidupan, atau dengan kata lain agama hanya digunakan dalam ibadah ritual sedangkan dalam pendidikan, perekonomian, dan pergaulan menggunakan aturan manusia. Sekularisme, saat ini memang sudah mendarah daging bagi sebagian ummat islam sehingga kehadirannya termasuk ancaman bagi generasi. Aktivitasnya tidak lepas dari pengaruh faham sekularisme seperti pacaran, kehidupan yang hedonis, musik, pergaulan bebas dan lain-lain.

Pada dasarnya masa depan suatu bangsa tergantung pada generasinya. Generasi muda adalah aset negara yang berharga, namun sangat di sayangkan fakta yang terlihat justru jauh dari yang di harapkan. Melihat fenomena generasi muda saat ini kita akan mengelus dada, karena begitu masifnya pergaulan yang mengarah kepada pergaulan bebas.kita dapat melihat fakta di sekitar kita banyak di jumpai muda mudi yang kini tidak malu lagi mempertontonkan aktivitas pacaran yang sangat miris, dan tidak sedikit yang berujung pada perzinahan yang tentu tidak di inginkan bahkan sampai pada kasus aborsi.

Baca juga  Seruan Boikot Poduk Prancis, Solusihkah?

Data menunjukan banyak terjadi pernikahan dini di Indonesia, juga terjadi 2 juta kasus aborsi setiap tahunnya, pengidap HIV AIDS pun meningkat setiap tahunnya. Selain masalah pergaulan bebas juga banyak terjadi pengguna narkoba dimana 40% pelakunya dari kalangan pelajar dan mahasiswa (Sindonews:2017).
Sekarang fakta kehidupan masyarakat menunjukkan bahwa negara kehilangan fungsinya sebagai pelindung generasi. Dengan kemajuan perkembangan teknologi semakin mempercepat sampainya informasi. Hal ini memudahkan remaja dalam mengakses informasi apapun, termasuk tayangan yang berbalut pornografi. Ini terjadi akibat sistem sekular yang merusak yang diterapkan oleh negara. Kalangan remaja yang jumlahnya puluhan juta tersebut juga terkena dampaknya.

Baca juga  Food Estate dan Kemandirian Pangan di Bumi Khatulistiwa

Al-quran banyak mengisahkan perjuangan para nabi dan rasul. Yang semuanya adalah orang-orang terpilih dari kalangan pemuda. Sebagaimana kita ketahui Nabi Muhammad saw. diangakat menjadi rasul diusia 40 tahun. Para pengikut beliau kebanyakan dari kalangan pemuda/remaja, bahkan ada yang masih anak-anak. Seperti diketahui kisah Usamah bin Zaid, misalnya, di angkat oleh Nabi saw. sebagai komandan untuk memimpin pasukan kaum Muslim menyerbu wilayah Syam yang saat itu merupakan wilayah Kerajaan Romawi dalam usia 18 tahun. Abdullah bin Umar telah memiliki semangat juang yang sangat menggelora untuk berperang sejak umur 13 tahun. Namun demikian, ia baru diijinkan berperang oleh Nabi saw. pada perang Al-Ahzab. Dan masih banyak lagi kisah para pemuda/remaja yang telah mencetak peradaban yang gemilang.

Baca juga  Korupsi Kian Menggurita dalam Sistem Kapitalis

Tentu yang di inginkan adalah generasi seperti para sahabat Nabi saw, karena itu para pemuda Islam tentu wajib mempersiapkan diri dengan pemahaman Islam yang jernih dan mendalam agar mampu menampilkan islam sebagai sistem hidup yang komprehensif dan menjadi satu-satunya sistem hidup bagi dunia. Inilah misi dan tanggung jawab generasi Islam masa kini. Pemuda harus menyadari bahwa Islamlah satu-satunya pandangan hidup yang benar yang bersumber dari Allah SWT. Wallahu a’lam bi ash showwab.


OPINI