APBD Majene 2021 Terancam Babak Belur Dihajar Corona


Kepala BKAD Majene, Kasman Kabil

SULBAR99NEWS.COM–MAJENE, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021 Kabupaten Majene terancam babak belur dihajar virus corona atau Covid-19, jika kasus penularan virus di wilayah Majene makin bertambah.

Kepala Badan Anggaran dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Majene, Kasman Kabil mengungkapkan, jika kondisi pandemi Covid-19 di Majene melonjak, kemungkinan dana APBD tahun 2021 kembali direfocusing.

 “Kalau kasus Covid-19 di Majene tidak ada perubahan, tidak menutup kemungkinan APBD Majene kembali direfocusing, apalagi dana insentif nakes saat ini belum mencukupi, meskipun pada bulan lalu kita sudah melakukan refocusing anggaran,” ungkap Kasman dihubungi melalui telpon, Rabu (21/7/2021).

Baca juga  18 Kafilah Majene Siap Bersaing di Ajang STQH IX Sulbar

Sementara transferan dari pusat kata Kasman mengalami penurunan. Sejak tahun 2020 hingga sekarang dana untuk pencegahan dan penanggulangan Covid-19 beserta dampak-dampak sebesar Rp 35 miliar lebih.

“Jadi DAU yang dipotong dari pusat sebesar Rp.16 miliar untuk tahun ini, dari sebelumnya Rp.502 miliar lebih turun menjadi Rp.408 miliar lebih, kalau tahun lalu lebih besar hampir Rp.45 miliar lebih,” jelas Kasman.

Menurut Kasman, berdasarkan kebijakan Peraturan Menteri Keuangan nomor 17 yang terbit Februari 2021, tentang petunjuk pelaksanaan dana transfer, itu didalamnya diatur tentang pengurangan dana DAU.

“Kemudian ada juga petunjuk penganggaran bidang kesehatan minimal 8 persen dari dana transfer umum, setelah kita telisik ternyata dari 8 persen itu sudah kita anggarkan dibidang kesehatan lainnya, hanya saja yang belum masuk itu kegiatan vaksinasi dengan insentif nakes, nah itulah yang kita tambahkan hasil refocusing kemarin,” sebut Kasman.

Baca juga  Dandim 1402/Polman Perintahkan Anggotanya Terus Berikan Edukasi dan Himbauan Prokes

Kasman juga mengatakan, untuk anggaran kesehatan lainnya sudah banyak, seperti di RSUD dan Dinas Kesehatan, kemudian khusus kegiatan pelaksanaan vaksinasi yang sebelumnya dianggarkan melalui APBD pokok 20021 sebesar Rp.300 juta.

“Di Dinas Kesehatan dari Rp.300 juta kita tambah Rp.2 miliar menjadi Rp.2,3 miliar, kemudian untuk dana insentif nakes di APBD pokok tidak ada, karena pemahaman kita pusat yang bayarkan, ternyata itu dialihkan ke pemda melalui dana yang 8 persen itu, kalau tidak salah dapat Rp.2,5 miliar untuk insentif nakes itu untuk menutup ada kekurangan tahun lalu,” katanya.

Baca juga  MTQ XXXI Majene Resmi Ditutup, Ini Pemenangnya

Kemudian  untuk anggaran 2021, khusus untuk insentif nakes belum dianggarkan di APBD, rencana nanti pada APBD Perubahan anggaran baru dihitung perkiran dari Januari sampai Desember 2021,

“Kalau dibilang babak belur ya seperti itulah, karena kondisi kita focus penanganan Covid ini. Makanya pada APBD Perubahan nanti kita sudah rancang, kita juga sudah mengirim surat ke setiap OPD untuk membuat renja anggaran perubahan,”pungkasnya.(Ali).