Anggota DPRD Sulbar Itol Saiful Tonra Reses di Tande Timur, Masyarakat Umumnya Minta Bibit Bawang


Anggota DPRD Sulawesi Barat, Drs. H. Itol Saiful Tonra, MM

SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Anggota DPRD Sulawesi Barat, Drs. H. Itol Saiful Tonra, MM kembali menggelar reses sidang ketiga untuk menyerap aspirasi masyarakat di kelurahan Tande Timur, Sabtu (14/11/2020).

Dalam kegiatan reses tersebut, tampak hadir dua kepala lingkungan di Tande Timur, yaitu Kepala lingkungan Kaloli dan kepala lingkungan Salabulo. Juga hadir sekretaris Lurah Tande Timur, masyarakat yang mayoritas bekerja sebagai petani, peternak dan nelayan.

Saat reses berlangsung sejumlah masyarakat memasukkan usulan kepada anggota komisi II DPRD Sulbar tersebut. “Mereka butuh bibit, ada beberapa bibit tanaman, tapi pada umumnya mereka butuh bibit bawang merah karena cocok di daerah Tande, daerah kemiringan,” ungkap Itol Saiful Tonra.

Baca juga  DPRD Sulbar Paripurna Penyampaian dan Rekomendasi Terhadap LKPJ Gubernur
Masyarakat yang hadir tetap menerapkan protokol kesehatan.

Selain itu, ada juga masyarakat yang meminta bantuan ternak, akses peningkatan jalan tani. “Kalau bukan kewenangan kami, saya sampaikan langsung ke masyarakat yang hadir. Seperti perbaikan jalan daerah yang rusak itu, bukan kewenangan kami karena itu jalan daerah. Itu Kewenangan kabupaten,” ujarnya.

Baca juga  Hasriadi : RS Majene Harus Siap Rawat Pasien Corona

Kalau jalan daerah, lanjut Itol, jalan yang menghubungkan kecamatan dengan kecamatan, desa dengan desa, itu jalan daerah, dan bukan kewenangan provinsi. “Kita kewenangannya jalan yang menghubungkan kabupaten dengan kabupaten,” ungkapnya.

Olehnya itu, mantan kepala Bappeda Majene iru tetap menyampaikan ke masyarakat bahwa ada batas kewenangan. “Air bersih kewenangan desa, dari anggaran dana desa, tapi pengairan irigasi persawahan itu kewenangan kami, termasuk pembuatan embung,” tambahnya.

Baca juga  DPRD Majene Mulai Bahas Rancangan APBD 2022

Itol menjelaskan, bagi masyarakat yang hendak memasukkan usulan, tidak boleh permintaan perorangan, minimal harus ada kelompok. “Kelompok itu harus memenuhi syarat, harus kelompok yang lengkap dan memenuhi syarat dan diketahui PPL,” ujarnya.

Menurut Itol Saiful Tonra, reses masa sidang ketiga tahun pertama ini, untuk usulan APBD Provinsi 2022. “Akan digabung reses akhir 2020 dan reses awal 2021,” lanjutnya. (Satriawan)