Anggota DPRD H. Itol Syaiful Tonra Gelar Kuker Sosialisasi Perda No. 1 Tahun 2019


Drs. H. Itol Syaiful Tonra, MM, Anggota DPRD Sulbar saat mensosialisasikan Perda No. 1 Tahun 2019 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Sulbar 2018-2025.

SULBAR99.COM-MAJENE, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat Drs. H. Itol Syaiful Tonra, MM melaksanakan Kunjungan kerja sosialisasi peraturan daerah nomor 1 tahun 2019 tentang Rencana Induk pembangunan kepariwisataan provinsi Sulawesi Barat tahun 2018-2025.

Kegiatan kunjungan kerja tersebut dilaksanakan di Gedung olah raga bulu tangkis Totolisi, Sendana, Majene, Sabtu (28/12/2019).

Berdasarkan Pasal 2, pembangunan kepariwisataan provinsi meliputi pembangunan destinasi pariwisata, pemasaran pariwisata, Pembangunan industri pariwisata dan pembangunan kelembagaan pariwisata

Dalam paparannya, Itol Syaiful Tonra menyebutkan, terdapat enam perwilayahan Kawasan strategis pariwisata provinsi (KSPP) yang tersebar di enam kabupaten yaitu KSPP Majene, Mamuju, Mamasa, Mamuju Utara, Mamuju Tengah dan Polewali Mandar.

Baca juga  Serap Aspirasi, Anggota DPRD Sulbar Dalif Arsyad Reses di Banggae

Sementara itu, perwilayahan KSPP di Majene terdiri dari KSSP Majene I yang meliputi Banggae dan Banggae Timur, KSPP Majene II meliputi Pamboang dan Sendana, KSPP Majene III meliputi Tammeroddo dan Tubo serta KSPP Majene IV meliputi Ulumanda dan Malunda.

Sementara itu, terdapat tiga daya tarik wisata, yaitu daya tarik wisata alam seperti wisata bahari, pegunungan, perkebunan, pertanian, sungai, danau, goa dan karst.

Baca juga  DPRD Sulbar Gelar Paripurna Penjelasan Gubernur Terhadap Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2020

Terdapat pula daya tarik wisata budaya yang meliputi cagar budaya, perkampungan tradisional dengan adat dan tradisi budaya yang khas, museum serta kesenian.

Selain daya tarik wisata alam dan budaya, terdapat pula daya tarik wisata buatan manusia seperti fasilitas rekreasi hiburan dan olah raga.

Di Majene, lanjut Itol Syaiful Tonra, terdapat semua jenis daya tarik wisata yang sangat berpotensi untuk dikembangkan. Dia mengatakan, Pantai Dato itu sudah bagus, namun perlu dikembangkan lagi secara maksimal, seperti lahan di atas pantai harus dibebaskan pemerintah daerah karena saat ini lahan parkir tersebut masih milik masyarakat.

Baca juga  Anggota Komisi III DPRD Sesalkan Kepala BKPSDM Majene Tak Hadiri Rapat

Selain itu, potensi wisata agrowisata juga sangat bisa dikembangkan di Majene. “Agrowisata makan durian bagus dikembangkan,” ujarnya.

Anggota DPRD Sulbar itu juga menyinggung tentang Sumber daya Alam Majene yang tidak semaksimal kabupaten lain sehingga potensi pariwisatanya harus betul betul digenjot. “Majene butuh pemimpin yang gila pariwisata, supaya betul betul gigih mengembangkan pariwisata yang potensi menghasilkan Pendapatan asli daerah (PAD),” ujarnya. (Satriawan)

Baca selengkapnya Perda No. 1 Tahun 2019


PARLEMEN