Anda Usia 19-26 Tahun, Pemkab Majene Buka Peluang Magang ke Jepang


SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Pemerintah Kabupaten Majene melalui Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi Kabupaten Majene menggelar Sosialisasi Program Pemagangan ke Jepang Kerjasama antara Kementerian Tenaga Kerja RI dengan International Manpower Development Organization Japan. Kegiatan tersebut digelar, Sabtu 12 Juni 2021 di ruang pola kantor Bupati Majene.

Sosialisasi ketenagakerjaan tersebut bertujuan untuk meberikan informasi kepada stakeholder terkait akan peluang magang bagi calon tenaga kerja usia produktif 19 – 26 tahun yang diharapkan dapat menjadi tenaga kerja yang handal dan mampu menciptakan peluang usaha saat kembali ke Indonesia.

Bupati Majene Lukman menilai, program pemagangan di Negara Jepang merupakan kesempatan yang sangat baik. Tingkat pengangguran di Majene yang meski menurun setiap tahun namun dinilai tidak begitu signifikan. sehingga hal tersebut menjadi solusi untuk menciptakan tenaga kerja siap pakai yang juga telah mengadopsi etos kerja dari Jepang. “Kenapa di Jepang ? karena mereka memiliki inovasi dan spirit yang sangat tinggi sangat jauh dibanding yang lain, Jepang juga negara yang masuk 5 besar negara maju di dunia dan dikenal memiliki etos kerja dan disipilin yang tinggi,” ujarnya.

Baca juga  Alumni 93 SMPN 3 Majene Berqurban Seekor Sapi

Lukman berharap dengan program tersebut budaya disiplin dari Jepang bisa dibawa ke Majene dan serta mampu menciptakan dunia usaha yang terbaik.

Staf Khusus Kemenaker RI Caswiyono Rusdi Cakrawangsa yang turut hadir, selain memuji Bupati Lukman yang dinilai humble dan energic, ia juga menyampaikan ada tiga hal yang harus diantisipasi terkait persoalan ketenaga kerjaan di Indonesia. Yaitu Bonus Demografi pada 2030 mendatang, dimana terjadi ledakan jumlah anak muda usia kerja sekitar 2.9 Juta jiwa yang harus terjamin dalam dunia kerja. Kedua revolusi industri 4.0 yang mengakibatkan distrupsi suatu keadaan dimana pekerjaan manusia yang akan terganti dengan teknologi.

Kemudian yang ketiga masa pandemi covid 19 yang berdampak pada 24 juta tenaga kerja di Indonesia seperti PHK, dikurangi jam kerjanya hingga dirumahkan. Ia mengatakan dengan pemagangan di Jepang berarti mempersiapkan para generasi muda yang produktif untuk siap dalam setiap tantangan ke depan.

Baca juga  Hari Ini, BKAD dan Inspektorat Majene Jumpa Pers Terkait Temuan BPK RI

Direktur Pelatihan dan Pemagangan Kemenaker RI Muhammad Ali Hapsah menjelaskan, terdapat dua tahap untuk program pemagangan di Jepang . Diantaranya persiapan daerah sebelum di berangkatkan dan proses tes atau seleksi yang harus di ikuti setiap calon peserta magang. Dihadapan para camat dan lurah Muhammad Ali yang memiliki darah mandar Majene ini memberikan gambaran output seperti apa yang akan di dapatkan jika setiap Pemerintah desa mengirimkan beberapa saja anak mudanya untuk dimagangkan di Jepang. Yang pertama bebernya, para calon peserta magang hanya di bebankan uang pembiayaan dan akomodasi saat berangkat ke Jakarta. Selebihnya menjadi tanggungan Kemenaker dan pihak Jepang hingga pemberangkatan. Selain itu Uang saku selama satu bulan berkisar Rp 10 juta, jika peserta magang bekerja selama 3 tahun maka tunjangan usaha mandiri yang diberikan perusahaan di jepang sebanyak 600 yen atau Rp 80 Juta. Jika empat – lima tahun diganjar 800 yen atau Rp 130 juta. “Tenaga kerja kita bisa pulang dengan sejahtera mampu menggerakkan ekonomi desa dan kabupaten,” terangnya.

Baca juga  Program Rp I Miliar Rp 1 Kecamatan di Majene. Ini Usulannya di Musrenbang

Tamura Hidetaka perwakilan dari IMM Jepang menyebutkan, dari tahun 1993 -2020 sebanyak 60 Ribu peserta magang telah difasilitasi. Untuk perusahaan yang menerima pemagangan dari luar negeri sebanyak 1.729 yang bergerak dalam bidang produksi 70 % dan bidang konstruksi 25 %. Syarat diterima magang harus lulus praktek teori pekerjaan sebelum tahun kedua, tidak boleh perusahaan kecuali dari pihak perusahaan tersebut yang bermasalah. Selain itu kata Tamura pihak perusahaan harus mempersiapkan fasilitas penginapan dan pengajar magang.

Turut hadir dalam sosialisasi tersebut, Direktur Pelatihan dan Pemagangan, Direktur Lemlat, IMM Jepang, Kepala BLK Makassar & Pangkep, Kepala Disnakertrans, Kepala Bapeda Majene, Para Camat dan para Lurah dan kepala desa. (ih)


DAERAH