Anak Muda Wajib Melek Politik Islam


Oleh : Nur Dewi
Mahasiswa Unsulbar

Sebagaimana yang kita ketahui, Islam mengatur semua tentang kehidupan yang ada di dunia ini, serta banyak pula pendapat-pendapat yang tidak mempercayai Islam, terkhusus dalam pandangan politik, hanya karena mereka beranggapan Islam akan mengubah haluan dalam negara. Padahal jusrtu sebaliknya, Islam adalah agama yang akan menyelamatkan kita, ketika kita memahami Islam dengan baik dan menggali ilmu-ilmu Islam itu sendiri, untuk memperkokoh tsaqofah keislaman kita, agar tidak tertipu akan peraturan yang dibuat oleh manusia. Dimana, manusia adalah mahkluk yang lemah dan terbatas. Dan cenderung hanya mempercayai Islam akan sisi beribadah kepada Allah.

Survei indicator politik Indonesia digelar pada 4-10 maret 2021. Survei dilakukan melalui sambungan telepon dengan responden. Sebanyak 1.200 responden berusia 17-21 tahun. Margin of error survei kurang lebih sebesar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Hasil survei juga menunjukan hanya 3 persen anak muda yang sangat percaya pada partai politik dan sebayank 7 persen sama sekali tidak percaya. Sebanyak 54 persen anak muda masih percaya pada partai politik.

Baca juga  Impor Cabe: Membunuh Petani Kala Pandemi

Hasil survei indicator politik Indonesia menunjukan, sebanyak 64,7 persen anak muda menilai partai politik atau politisi di Indonesia tidak terlalu baik dalam mewakili aspirasi masyarakat. Sebanyak 25,7 persen anak muda yang menilai para politisi sudah cukup baik mendengar aspirasi. Sikap mereka tidak begitu yakini bahwa politisi mewakili aspirasi masyarakat, kata direktur eksklusif indicator politik Indonesia burhanuddin muhtadi dalam rilis survei secara daring,minggu 21/3.

Tingkat kepercayan anak muda lebih besar kepada TNI. Terlihat sebanyak 77 persen anak muda cukup percaya dengan TNI. Bahkan 12 persen anak muda sangat percaya pada TNI. Trust terhadap institusi, secara umum dan tidak berbeda anak muda masih trust TNI, presiden kemudian polisi,KPK,ā€¯ungkapnya. https://www.merdeka.com/politik/survei-indikator-647-persen-anak-muda-tak-yakin-politisi-wakili-aspirasi-masyarakat.ht

Baca juga  Mendudukan Akar Persoalan Bangsa Dalam Polemik RUU HIP

Permasalahan mengenai kurangnya pengetahuan setiap penerus bangsa, yang hanya memandang politik sekarang dan politik Islam itu, hanya sebelah mata tanpa mereka berfikir untuk menganalisa lebih jauh. Dan memahami ilmu tentang politik itu sendiri dari dua persepsi atau pandangan yang berbeda. Kemudian tidak ada pemikirian yang lebih mengutamakan hablum minallah dari setiap ummat yang ada sekarang. Tetapi hanya memprioritaskan hamblum minnasnya, dan itupun secara tidak menyeleruh dan hanya bisa dihitung beberapa persen yang terlaksanakan.

Kebanyakan orang berpikir bahwasanya politik saat ini, menurut mereka yang memandang sebelah mata akan politik Islam itu sendiri, mengatakan bahwasanya politik sekarang mampu mengatur segala kehidupan manusia tapi, nyatanya dan buktinya yang bisa kita lihat sekarang ini, setiap perubahan apapun tidak menjadikan keadilan itu tegak dan hukum yang tajam ke atas bukan malah tumpul ke atas.

Baca juga  Renovasi Ruang Kerja di Tengah Pandemi, Seperti Mati Hati Nurani

Sesuai dengan analisa saya, sangat sulit untuk membuat penerus bangsa khususnya kalangan muda-mudi atau mahasiswa itu sendiri menolak akan politik Islam. Jadi untuk mahasiswa atau penerus bangsa perlu dilakukan pembentukkan karakter, yang dimana agar mereka sadar akan politik Islam ini lebih baik lagi. Dan sangat perlu diterapkan agar keadilan tegak kembali. Pemuda sekarang sangat sensitif akan politik Islam, yang dimana pandangan pemuda telah dipengaruhi oleh kecanggihan teknologi.

Di zaman sekarang yang semakin merusak akhlak setiap seseorang yang menggunakan android jika tidak bijak dalam menggunakannya. Sehingga menyebabkan mereka jauh dari agama mereka sendiri. Jadi perlu adanya perbaikan akhlak untuk mengatasi setiap isu-isu atau kejadian yang terjadi. (*)