Akmal Pasluddin : Jaga Laut Dengan Baik


Kunjungan ke pabrik rumput laut

SULBAR99.COM-BONE, DR.H. Andi Akmal Pasluddin, SP, MM, ajak masyarakat menjaga laut dengan baik, untuk melestarikan sumber daya perikanan dimasa kini dan masa akan datang. Hal ini dikatakan disela-sela kunjungan kerja pada salah satu kegiatan Penyadartahuan Mitigasi Bencana dan Peresmian Penahan Gelombang dengan Teknologi Hybrid Engineering di Desa Labotto, Kec. Cenrana, Kab. Bone (23/12/2019).

Sosialisasi pengetahuan, inovasi teknologi, penyediaan sarana prasarana, pengawasan dan pencegahan terhadap pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan perlu mendapat perhatian serius. Selaku anggota DPR, dirinya intens memperjuangkan paket kegiatan bantuan untuk masyarakat dalam rangka menjaga kelestarian dan pengelolaan sumberdaya laut.

“Kedepan, pemerintah daerah harus bisa membangun komunikasi yang lebih efektif agar usulan pembangunan daerah mengenai perikanan bisa lebih tersampaikan,” harap Akmal Pasluddin.

Baca juga  BKN Panggil 40 Sekda dan Kepala BKD se Indonesia terkait PNS yang Bermasalah

Selain itu, Akmal Pasluddin dalam kunjungan kerjanya bersama CDK Bosowasi Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan, juga melaksanakan Sosialisasi IUU Fishing, bersih pantai dan penanaman mangrove di desa Bulu-bulu Kec. Tonra, sebelumnya meninjau Pabrik Rumput Laut di Kelurahan Cenrana, Kec. Cenrana, Kab. Bone.

Suhartono, Kepala CDK Bosowasi ketika dihubungi usai Kunjungan Kerja Anggota Komisi IV DPR RI mengatakan, turut hadir dalam kunjungan dan sosialisasi, Kepala BPSPL Makassar, Ir. R. Andry Indryasworo S., MM., dan Kasubdit Masyarakat Hukum Adat, Ditjen PRL KKP RI, Ir. Moh. Ismail, MP., serta melibatkan DKP Bone, Poltek KP Bone, SUPM Bone, Muspika Kecamatan, Penyuluh Perikanan, Pokmaswas, Kelompok Nelayan dan Kelompok Pembudidaya.

Baca juga  Safari Gemar Ikan, Sangat Penting untuk Kecerdasan Otak

“Kami memberikan apresiasi kepada Bapak Akmal Pasluddin yang sangat peduli dengan Pembangunan Kelautan dan Perikanan di Sulawesi Selatan. Komitmen kami untuk mendorong semua pihak ikut mewujudkan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujar Suhartono.

Pembagian brosur larangan aktifitas destructive fishing oleh CDK Bosowasi DKP Sulsel

Untuk itu, lanjutnya, kegiatan lainnya agar kelestarian ekosistim laut terjaga baik guna mendukung optimalnya sumberdaya kelautan dan perikanan, antara lain bekerja menjaga kebersihan laut khususnya bersih pantai dari sampah sampah plastik, juga melakukan pelestarian mangrove dengan melaksanakan penanaman agar menghindari abrasi pantai dan mencegah rusaknya ekosistim laut.

Suhartono menjelaskan, selain upaya tersebut juga dilakukan pengawasan terhadap kapal-kapal nelayan tradisional yang beroperasi menggunakan alat penangkapan ikan (API) memakai trawl, selam bius yang tidak ramah lingkungan dan merusak.

Baca juga  HUT ke-21 DWP Kemendes PDTT. Lilik Umi : Ibu-ibu Tidak Boleh Gaptek

“Dalam proses pergantian, disarankan seperti trawl diganti ke alat tangkap yang ramah lingkungan seperti jaring gillnet atau pancing rawai,” ungkap Suhartono.

Penanaman mangrove

Dalam proses pengawasan tersebut, dia melibatkan kelompok masyarakat pengawas bersama kapal pengawas perikanan (KP) di beberapa lokasi.

“Kapal perahu tradisionil API yang sudah ada, juga akan terus dibina dan diawasi sekaligus menggalakkan dan meningkatkan API pada nelayan lainnya di Kab. Bone, Kab. Wajo, Kab. Sinjai, sehingga seluruh nelayan yang berada di wilayah administrasi CDK Bosowasi akan merasakan manfaatnya,”harapnya. (erone)


NASIONAL