28 Ekor Sapi di Desa Pao Pao Polman Diambil Sampel Darahnya.


SULBAR99NEWS.COM-POLMAN, Pengambilan Sampel darah sapi yang dilakukan pegawai UPTD Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) pada Sapi ternak masyarakat di desa Pao Pao kecamatan Alu kabupaten Polman provinsi Sulawesi Barat, untuk kelengkapan surat keterangan hewan layak diseberangkan ke luar Kalimantan dalam rangka menyambut hari raya kurban idul adha 2021, Selasa (15/6/2021).

Kepala desa Pao Pao Hasan S.Pd yang ditemui mengatakan, pihaknya menghadirkan petugas UPTD Puskeswan Polman untuk dilaksanakan pengambilan sampel dan pengobatan pada sapi ternak masyarakat di desa Pao Pao kecamatan Alu kabupaten Polman. “Kegiatan ini dilakukan untuk pengambilan sampel darah sapi yang akan diseberangkan ke Kalimantan untuk dijual dalam rangka menyambut hari raya kurban idul adha tahun ini. Ada 28 ekor sapi di desa Pao pao,” ujarnya.

Hasan menjelaskan, siapa saja yang memiliki sapi yang mau di jual keluar dari daerah kabupaten Polman akan dilakukan pengecekan darah sapinya. Ada tiga pegawai Puskeswan dari Polman, didampingi penyuluh pertanian Mansur, kepala desa Pao Pao Hasan S.Pd dan masyarakat setempat pemilik sapi yang ikut hadir dalam kegiatan tersebut.

Baca juga  Gus Menteri : Pemda Harus Prioritaskan Pembangunan Desa

“Adapun hasil kegiatan adalah pertama-tama melakukan koordinasi dengan petugas kabupaten/kota untuk penentuan lokasi dan petugas pendamping. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengambilan sampel dan pengobatan di lokasi yang telah ditentukan pada ternak sapi ternak milik masyarakat desa Pao Pao,” ujar Hasan.

Hasan mengungkapkan, sapi yang ada di wilayahnya selama ini selalu melakukan pengecekan sampel darah sebelum dikirim ke Kalimantan untuk di jual. “Adapun jika sapi hasilnya positif sakit, kami tidak menjualnya dan kami lakukan pengobatan terlebih dahulu sampai dinyatakan sehat total,” ujarnya.

Berikut Sampel yang diambil berupa :

Baca juga  Belum Terima Gaji, Ratusan ASN Setda Majene Resah

Sampel serum darah (S) untuk diuji Rose Bengal Test (RBT) terhadap penyakit Brucellosis.
Sampel feses (F) untuk diuji identifikasi telur cacing (metode Whitlock Sedimentasi) terhadap infeksi cacing Fasciola sp.

Sampel preparat ulas darah (PUD) untuk diuji ada tidaknya infeksi parasit darah pada ternak.
Lokasi pengambilan dan jumlah sampel yang diambil

Jumlah ternak yang diambil sampelnya keseluruhan berjumlah 28 ekor dengan jumlah sampel yang diambil keseluruhan berjumlah 36 sampel. Seluruh sampel kemudian dibawa ke Laboratorium, Kesehatan Hewan Polman untuk selanjutnya dilakukan pengujian.
Pengujian ini diharapkan dapat menjadi acuan kepada pemangku kepentingan dan para peternak di wilayah desa Pao Pao kecamatan alu terhadap status kesehatan ternak di lokasi kegiatan.

Apabila berdasarkan hasil uji laboratorium ternak sapi yang dikelola peternak seropositif Brucellosis, langkah-langkah yang diambil selanjutnya tidak di perbolehkan di jual untuk di sembelih

Baca juga  Gandeng Polisi, Desa Lombong Timur Sosialisasi New Normal

Melanjutkan uji CFT ke laboratorium rujukan bagi sampel yang positif pada uji RBT untuk peneguhan diagnosis Brucellosis.

Jika ditemukan hasil uji positif CFT, maka ternak yang menderita Brucellosis harus diisolasi dan dilaporkan ke Balai atau Bidang Veteriner untuk ditindaklanjuti, mengingat Brucellosis merupakan penyakit hewan menular strategis dan bersifat zoonosis.

Sedangkan bagi ternak yang positif terinfeksi cacing hati, maka selanjutnya dapat dilakukan pengobatan
Selanjutnya jawaban hasil uji akan dikirimkan ke dinas Kota Pekalongan yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan dan Balai Veteriner Polman untuk menjadi laporan.

Saat kegiatan berlangsung juga pegawai Puskeswan melakukan pengamatan lapangan dan wawancara singkat untuk mendapatkan informasi tentang kesehatan hewan pada ternak yang berada di lokasi kegiatan. (Syarifuddin Andi)