Terbaik terbaik

20 Lebih Warga Desa Tandeallo Ulumanda Dikarantina di Kota Majene


Kepala Desa Tandeallo Ulumanda, Muh Hasri

SULBAR99NEWS-MAJENE, Dalam upaya mencegah penularan dan penyebaran covid-19 di Desa Tandeallo Kecamatan Ulumanda, Kepala Desa Tandeallo Muh Hasri melakukan karantina mandiri terhadap warganya yang datang dari daerah zona merah seperti Makassar dan pulau Jawa.

Hal itu diungkapkan Hasri, yang dihubungi via telepon, Sabtu (4/4/2020). Saat ini, lanjutnya, terdapat 20 lebih warganya yang pada umumnya adalah mahasiswa dikarantina di pusat kota Majene.

Baca juga  306 Desa di Bangka Belitung Terus Mengalami Peningkatan Signifikan
Camat ulumanda saat menerima bantuan masker dari Dinas Kesehatan Majene

“Banyak wargaku yang sementara kita Karantina di Majene (Banggae-Banggae Timur), karena masyarakat disini, tidak menerima kalau tidak dikarantina dulu. Banyak dari Jawa, dari Makassar. Kalau bisa dicarikan dulu tempat sampai masa karantina selesai,” ungkap Hasri.

Baca juga  Wow, Kebijakan Kemendes PDTT Tentang BLT Dana Desa Ternyata Banyak Ditiru Negara Lain

Ditambahkan, lebih 20 warga desa Tandeallo yang mayoritas mahasiswa yang kuliah di Makassar dan Jawa. “Mereka kuliah di Jawa dan di Makassar, daerah zona merah,” tambahnya.

Ketika disinggung warga yang dikarantina tersebut dikumpulkan dimana, Hasri menegaskan bahwa banyak lokasi yang ditempati karantina. “Banyak tempat yang ditempati, tidak berkumpul dalam satu tempat, salah satunya di belakang Puskesmas Banggae I, masih pemantauan karena dari zona merah, ” ujarnya.

Baca juga  Mendes PDTT Berharap, Keberadaan BUMDes BUMDesma Jauhkan Warga dari Rentenir

Hasri menambahkan, dirinya sengaja mengontrak tempat untuk karantina warganya. “Memang ada kost disitu saya kontrak, ada juga untuk mahasiswa, disitu tempatnya juga,” ujar Hasri. (Satriawan)