Terbaik terbaik

111 Orang Siap ke Lapangan, Verifikasi Kerusakan Rumah di Majene Akibat Gempa


SULBAR99NEWS.COM-MAJENE, Pelepasan secara resmi Tim Verifikasi Teknis Rumah Warga Korban Gempa Bumi di Kabupaten Majene oleh Bupati Majene dilaksanakan di Ruang Pola Kantor Bupati Majene, Selasa, 2 Maret 2021.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Gunawan, mengungkapkan, sebanyak 10 tim dengan jumlah keseluruhan 111 orang untuk menverifikasi teknis data kerusakan rumah pasca gempa. “Daerah yang akan menjadi titik sasaran ada di 5 kecamatan, yaitu Kecamatan Malunda, Ulumanda, Tubo, Tammero’do dan Sendana,” ungkapnya.

Lanjut Gunawan, tim terdiri atas unsur BPBD Majene, PUPR Majene, Perkimtan Majene, Perguruan Tinggi yang ada di Majene, Binmas, Babinsa serta Unsur Kecamatan dan Desa.

Sementara itu, Bupati Majene Lukman mengatakan,
Tim yang dibentuk ini adalah orang yang kualified, profesional dan pilihan. “Pekerjaan yang akan dilakukan oleh Tim ini kelihatananya gampang,  namun sedikit rumit, karena akan berhadapan dengan masyarakat yang menjadi korban gempa bumi. Makanya tenaga yang dibutuhkan adalah orang yang kualified dan berintegritas,” tutur Lukman.

Baca juga  Ribuan Warga Majene Pawai Obor Berjalan Kaki 5 KM Sambut Idul Adha

Sejak awal gempa terjadi pada 15 Januari 2021, Pemerintah sudah pernah membentuk Tim yang disebut Satgas Penanganan Gempa Bumi dengan Ketua Satgas Dandim 1401 Majene. “Alhamdulillah Tim Satgas Gempa Bumi yang terbentuk tersebut dapat bekerja dan berjalan dengan baik, itu dikarenakan adanya Tim Work yang baik, dan kerjasama yang baik pula sesama anggota Tim,” tambahnya.

Selanjutknya Pemkab Majene kembali membentuk Tim Transisi atau yang melibatkan semua OPD Majene dan itu juga sudah melakukan kerja yang baik, mulai dari pendistribusian sembako sampai ke pembersihan lokasi pengungsian.

Baca juga  Gubernur Sulbar Lantik Masriadi Nadi Atjo Sebagai PJ Sekda Majene

Masyarakat dewasa ini menanti keputusan resmi dari Pemerintah, terkait kondisi rumahnya, apakah termasuk kategori berat, Sedang atau ringan.

“Kami tidak ingin data yang masuk tidak akurat, dikarenakan kegiatan di lapangan oleh Tim Pendata dalam pendataan tidak sesuai dengan kondisi lapangan yang sebenarnya,” tandasnya.

Mantan wakil ketua DPRD Majene itu mengatakan, Karena hasil penilaian real dari Tim Teknis inilah yang akan dikirim ke Pemerintah Pusat, untuk segera dieksekusi dalam hal bantuan pembiayaan bagi rumah warga yang terkena gempa bumi.

Baca juga  Program Rp I Miliar Rp 1 Kecamatan di Majene. Ini Usulannya di Musrenbang

“Kami harapkan hasil dari Tim Teknis ini Cepat dan Tepat, dan wajarlah bila harapan besar kami titipkan kepada saudara saudara para anggota Tim, sebagai ujung tombak untuk membantu Pemerintah melahirkan data yang dimaksud,” lanjutnya.

Lebih jauh lelaki yang suka tampil sederhana itu menjelaskan, dirinya tidak ingin masyarakat merasa dikebiri dengan data yang tidak valid.
Mari kita satukan persepsi dalam memberikan perhatian kepada warga kita yang masih terdampak.

“Kepada kita semua, saya berdoa semoga Allah SWT melindungi dan merahmati kita semua dalam menjalankan tugasnya. Waktu yang kami berikan maksimal 10 hari data sudah rampung dan sudah dapat dikirim ke Pusat,” pungkasnya. (Ih)